[Ep02 Part II] Sinopsis Aishite Tatte Himitsu wa Aru – My Lover’s Secret

Baca sebelumnya: [Ep02 Part I] Sinopsis Aishite Tatte Himitsu wa Aru – My Lover’s Secret

Sementara itu Akihito mampir ke apartemen Sawa. Ia numpang tidur di tengah perburuan beritanya. Lalu Sawa bertanya pada kakaknya tersebut. Jika kau ingin menikah dengan seseorang, namun orang tersebut terlibat masalah, apa yang akan kau lakukan? Misalnya anggota keluarganya terlibat insiden.

“Bagus dong. Aku akan menulis artikel tentang itu.” kata Akihito sambil terkekeh. Sawa marah dan melempar bantal.

“Jawab aku dengan serius!”

“Aku akan meninggalkannya.” Kata Akihito. “Tapi jika masalah itu disebabkan oleh orang lain, maka aku akan tetap di sampingnya. Bukankah itu arti pernikahan? Bersama-sama menanggung beban berdua. Selalu ada resiko saat memutuskan tinggal bersama orang lain bukan?”

Esoknya, Rei mendapat kabar gembira. Fukami mengakui perbuatannya. Ia menangis saat Enomoto sudah sadar dari koma. Ia akan menebus kesalahannya. Pengacara Fukami mengucapkan terima kasih, dan mengatakan Rei bisa jadi pengacara yang baik. Selain itu, sang pengacara juga menyerahkan surat dari Fukami untuk Rei.

Halo, Okumori Rei.

Apa kabar? Aku di sini baik-baik saja. Aku sangat menyesal dengan perbuatanku. Setelah bertemu denganmu, penyesalanku bertambah dalam.

PS: Apakah kau belum mengatakan rahasiamu?

Sawa agak frustas. Rei belum menghubunginya sejak pertengkaran mereka. Ia bertemu Kotaro dan mendiskusikannya. Kotaro bertanya, kenapa kau memilih Rei? Pembicaraan malah terbentur pada alasan Sawa menjadi jaksa. Ia menjadi jaksa karena kakaknya menjadi jurnalis. Ayahnya sangat berharap Akihito menjadi penerusnya. Namun karena mereka bertengkar hebat, Akihito meninggalkan rumah. Akhirnya Jaksa Tachibana berkata pada Sawa yang masih 16 tahun, “Kau yang akan menjadi jaksa”

Baca juga: [Ep01 Part II] Sinopsis Aishite Tatte Himitsu wa Aru – My Lover’s Secret

Awalnya Sawa bertanya-tanya. Kenapa harus aku? Tapi tidak buruk juga. Ia bisa hidup dengan baik hingga saat ini. Berbeda dengan Sawa, Rei sudah punya tujuan kuat. Aku melihatnya sangat bercahaya. Rei tahu langkahnya ke depan. Sawa cemas Rei akan tumbang saat ia terlalu serius memikirkan masa depan. Akhirnya tanpa sadar, Sawa jatuh cinta pada Rei.

Kotaro terlihat sedih mendengar pengakuan Sawa. Ia ingin mengusap bahu Sawa, namun diurungkannya. Ia malah berpura-pura menelepon Rei. Dan bilang kalau Sawa ingin putus. Sawa langsung merampas ponsel Kotaro. Setelah tahu itu bohong, Kotaro langsung nyengir.

“Rei masih di kantor. Temuilah kalau sempat.”

“Maaf, Kotaro.” Sawa langsung pergi meninggalkan Kotaro.

Kotaro menatap kepergian Sawa dengan sedih. Ketika itu, datang seorang wanita cantik, yang ternyata adalah Karin. Ya. Karin si anak SMA yang datang ke sebuah bar. Ia berdandan jauh berbeda dari usianya. Ia menatap Kotaro dengan pandangan dingin. Kotaro pun melakukan hal yang sama.

Sementara itu, Rei masih termenung dengan surat Fukami. Apa kau sudah mengatakan rahasiamu? Ia menatap kosong di atap kantornya. Lalu Sawa datang. Ia mencari-cari Rei hingga seluruh gedung lantaran Rei tidak mengangkat ponselnya. Lalu Sawa bertanya, apakah Rei masih ingat pertemuan kita dulu?

Baca juga: [Ep01 Part I] Sinopsis Aishite Tatte Himitsu wa Aru – My Lover’s Secret

Scene berganti saat Rei dan Sawa masih kuliah. Saat itu Rei dan Sawa sedang membahas sebuah kasus di ruang kampusnya. Seorang istri meminta suaminya membunuhnya lantaran sudah sakit sejak lama. Suaminya pun mengabulkan permintaan istrinya. Pria itu divonis tiga tahun penjara dan lima tahun penangguhan. Banyak masyarakat yang melayangkan protes, namun hukuman itu dirasa setimpal.

Menurut Sawa, sebenarnya sang istri tidak ingin meninggal. Namun ia tidak ingin membebani suaminya. Sawa berpikir begitu karena ingin mengerti perasaan korban.

“Kau bisa menjadi jaksa yang baik. Jaksa berusaha mengerti perasaan korban. Sedangkan pengacara mengerti perasaan terdakwa.” Ujar Rei sambil berjalan menuju papan tulis. “Terdakwa melakukan kejahatan karena ia memikirkan istrinya. Karena itu ia sangat mencintai istrinya.”

“Ia sangat mencintainya sampa-sampai rela melakukan kejahatan…” ujar Sawa sambil merenung, sebelum ia beranjak dari duduk dan menghampiri Rei. “Tunjukkan padaku jika memang ada cinta seperti itu.”

Rei bingung. “Eh?”

“Bagaimana kalau kita coba berpacaran?”

Layar berganti ke Sawa dan Rei yang masih di atas atap. “Akhirnya aku mengerti kenapa aku mengatakan itu. Rei, aku bersedia menjadi penjahat hanya untuk dirimu.”

Rei terkejut.

“Mari kita tanggung bebannya bersama.” Kata Sawa. “Jelaskan tentang Ayahmu sejujurnya, Rei.”

Baca juga: Sinopsis Aishite Tatte Himitsu wa Aru – My Lover’s Secret

Rei meremas surat dari Fukami dari balik punggungnya. Ia menelan ludah, sebelum akhirnya membuka mulut. “Saat aku berumur 15 tahun, Ayah menghilang. Awalnya dilakukan pencarian, namun karena tidak ada kejadian berarti, akhirnya penyelidikan dihentikan. Dia tetap menghilang setelah itu. Akhirnya kami memutuskan untuk menulisnya ‘meninggal’ di kartu keluarga. Aku dan Ibu berpikir bahwa ia tak akan kembali lagi.”

“Sejak Ayah menghilang, orang di sekeliling kami jadi berbeda. Perhatian jadi terpusat pada kami. Aku tidak ingin Sawa melihatku seperti itu. Karena itu aku tidak mengatakannya.”

“Terima kasih sudah memberitahukanku.” Ujar Sawa. “Aku senang aku tahu yang sebenarnya.

Rei pun semakin merasa bersalah. Ia meremas surat Fukami semakin dalam.

Esoknya, sebuah surat datang ke kantor Rei. Surat yang mencangkangi sebuah kunci. Kunci mobil milik Okumori Kosuke yang seharusnya sudah tenggelam bersama mobil yang dilemparnya ke laut. Kunci mobil berhiaskan gantungan kunci ulang tahun Rumah Sakit yang ke 50.

Rei panik. Sorenya, setibanya di rumah, Ibunya juga meracau. Ia bilang ia harus ke kantor polisi dan sebagainya. Ternyata ada berita mengejutkan. Mobil Ayahnya yang sudah berlumut ditemukan oleh polisi. Rei pun tersumpal panik. Apalagi pesan Sawa datang setelah itu.

“Ayo kita membuat undangan pernikahan bersama-sama.”

Rei semakin sesak nafas. Bagaimana ini? Apakah kebohongannya akan terbongkar?

Review Corner.

Ya. Kejahatan masa lalu yang disembunyikan memang membuat hidup damai meski artifisial. Tapi kelihatannya suatu saat nanti akan meledak. Aku agak kasihan dengan Rei. Dia hidup seperti dikejar hantu. Belum lagi semua teror-teror yang ada. Siapa sebenarnya yang tahu tentang rahasia Rei di masa lalu?

Dan karakter Sawa sepertinya memang girl next door banget. Adorable, baik hati, ceria, tapi menurutku kurang peka. Ia bertindak seperti gadis kebanyakan. Dan aku sempat gemas karena berkali-kali Rei seperti ada masalah namun Sawa malah membicarakan kare yang kurang enak.

 But Sawa plays a good fiancee in here. Meski awalnya dia sempat marah besar karena Rei tidak jujur, ia ingin menanggung beban bersama. Applause to Akihito. Berkat idenya Sawa jadi berpikir ulang tentang kemarahannya. Aku suka banget dengan gagasannya bahwa menikah memang menanggung semuanya berdua bukan?

Selain itu aku juga terkesan dengan kasus Fukami Shuji. Dia juga menanggung beban atas kesalahannya. Ia pun menderita, meski tingkat penderitaannya belum bisa ditakar dengan keluarga korban. Namun alasan dibalik kejahatannya yang membuatku cukup tersentuh. Dia sulit membicarakannya karena memang masalahnya adalah hal yang tabu. Dia tidak ingin menyusahkan sekelilingnya.

Tapi yang mengusikku adalah Rei. Seperti ada sisi lain dalam diri Rei yang masih rela menyembunyikan kejahatannya. Kontradiksi terjadi lagi. Ia bisa menasihati Fukami tentang rahasia yang seharusnya diungkapkan. Namun ia malah kembali menelan bulat-bulat rahasia itu. namun aku tahu, memang sulit mengatakannya jika rahasianya sebesar Rei.

Sejauh ini tipikal drama misteri yang aku sukai. Mudah-mudahan episode selanjutnya lebih twisted dan menarik lagi.

Jya, mata ne!~

Baca sebelumnya: [Ep02 Part I] Sinopsis Aishite Tatte Himitsu wa Aru – My Lover’s Secret

Baca juga: Sinopsis Aishite Tatte Himitsu wa Aru – My Lover’s Secret

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *